Strategi menembus jurnal Ilmiah

Pengetahuan mahasiswa tentang strategi menembus jurnal ilmiah memang perlu ditingkatkan, mengingat banyaknya calon artikel jurnal yang akan masuk berbagai jurnal  terbitan perguruan tinggai kemungkinan akan sangat merepotkan para reviewer. Oleh karena itu, berbagai perguruan tinggi mensosilalisasikan cara menulis jurnal ilmiah, agar proses review tidak terlalu sulit para perguruan tinggi berlomba-lomba mensosialisaikan strategi menembus jurnal ilmiah. Terdapat beberapa strategi menembus jurnal ilmiah,   seperti yang diungkapkan oleh ketua program studi saya (Dr. Agus Maman Abadi, M .Si) adapun strategi-strtegi tersebut adalah:
Continue reading

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Apa itu Artikel Jurnal Ilmiah?

Sebuah keputusan tidak terduga (bagi saya) ketika kementrian pendidikan dan kebudayaan melayangkan sebuah edaran (dapat di download di sini) tertanggal 27 Januari 2012 bahwa untuk lulus dari perguruan tinggi harus menuliskan artikel hasil karyanya dalam bentuk artikel jurnal ilmiah. Memang telah menjadi rahasia umum bahwa banyak mahasiswa yang tidak mengetahui apa itu jurnal ilmiah. Bagaimana tidak? Sebagian besar mahasiswa tidak mengerti apa itu jurnal ilmiah, jalankan menulis, membaca-pun belum pernah. Oleh karena itu saya mencoba menulis penjelasan terkait hal tersebut.
Continue reading

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Informasi Beasiswa Luar Negeri S1,S2,S3 dari DIKTI

Komitmen pemerintah untuk meningkatan pendidikan secara besar-besaran memang sudah mulai terasa. Munculnya Beasiswa bidik misi dan beasiswa unggulan sebagai  oase di  padang pasir mahalnya pendidikan bermutu yang melanda bangsa ini. Canggihnya teknologi informasi buatan negara-negara lain menjadikan dunia pendidikan kita semakin jelas terasa ketinggalannya.
Continue reading

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Karakteristik Karya Tulis Ilmiah

Setelah menulis tentang pentingnya membuat karya ilmiahlokasi yang tepat untuk publikasi karya ilmiah, serta motivasi menulis karya ilmiah, timbul keinginan untuk membedah karakteristik karya tulis ilmiah.

Adapun beberapa sifat karya tulis ilmiah, antara lain: Continue reading Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Menulis Paper Internasional, Mengapa Tidak?

Menulis paper internasional memang bukan pekerjaan mudah. Selain dituntut untuk memiliki kuatiltas yang tinggi, tuntutan untuk menggunakan bahasa inggris baku-pun bukan perkara mudah (terutama untuk limited user seperti saya).  Jalankan bahasa inggris baku, bahasa indonesia baku juga sulit. Tetapi tantangan akademis saat ini menuntut kita untuk aktif menulis.

Saya berkesempatan membagi pengalaman menulis paper di event internasional (seperti yang sebelumnya saya ceritakan di sini)
pada sebuah studi ilmiah di FT UNY hari ini, 28 April 2011. Menulis paper memang tidak sesulit menulis di jurnal ilmiah, tetapi tidak jarang yang menemu kendala.  Mengapaharus  menulis paper? Supaya terbiasa dengan meneliti dan agar hasil penelitian kita diketahui orang banyak. Selain itu paper yang sudah dipublikasikan memiliki credit yang tinggi jika kita mau apply sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri. (kata mba Mia, peraih Beasiswa Unggulan STEI ITB).

Konferensi paper yang pertama saya ikuti adalah AISC Taiwan yang diselenggarakan oleh PPI Taiwan pada Maret 2012, yang kedua dan seterusnya masih dalam proses. Seperti kata pak Herman Surjono, Ph.D (Dosen Pendidikan Teknik Informatika UNY, yang kebetulan menjadi pembicara di acara yang sama dengan saya). Beliau mengungkapkan bahwa sebagi pemula tidak ada salahnya kita menulis di jurnal milik instasi lain (luar kampus kita masing-masing) dan belum terkreditasi, karena peluang diterima lebih besar.

Topik penulisan paper bisa berupa tugas akhir, tesis, riset yang dilakukan mandiri, riset hibah, mantan makalah lomba, dll. Kerangka paper secara umum sangat beraneka ragam, secara umum dibagi dua, penelitian dan non penelitian. Untuk susunan dapat dilihat diu panduan semianr masing-masing. Menulis paper dituntut cermat, setidaknya kita harus melalui proses review, editing, dan pemeriksaan format penulisan sesuai dengan template yang disediakan penyelenggara. Biasanya pihak panitia menyediakan template untuk didownload.

Jika paper diterima, biasanya ada catatan revisi oleh reviewer (anda hebat sekali seadainya tidak ada catatan reviewer). Setelah revisi dilakukan, paper final atau photo ready disubmit ke panitia dalam bentuk PDF dan DOC(X). Selanjutnya melakukan pembayaran dan konfirmasi. Kemudian saatnya membuat slide presentasi, biasanya seminggu sebelum waktu konferensi, kita mendapat jadwal presentasi.

Estimasi waktu presentasi dengan slide merupkan hal yang penting, potong hal-hal yang terlalu mendetail dan hanya gunakan poin2 penting dan umum sehingga dimengerti oleh audiens. Buat catatan kecil yang berisi guidelines, sehingga jika kita lupa saat presentasi kita bisa melihat note. Yang paling penting jangan terpaku pada slide, berdiri menghadap audiens dan tatap semua audiens sehingga kita mendapatkan feedback apakah yang kita bicarakan dimengerti atau tidak.  Sekian pengalaman saya mengikuti paper internasional, semoga berguna.

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog