Menulis paper internasional memang bukan pekerjaan mudah. Selain dituntut untuk memiliki kuatiltas yang tinggi, tuntutan untuk menggunakan bahasa inggris baku-pun bukan perkara mudah (terutama untuk limited user seperti saya). Jalankan bahasa inggris baku, bahasa indonesia baku juga sulit. Tetapi tantangan akademis saat ini menuntut kita untuk aktif menulis.
Saya berkesempatan membagi pengalaman menulis paper di event internasional (seperti yang sebelumnya saya ceritakan di sini)
pada sebuah studi ilmiah di FT UNY hari ini, 28 April 2011. Menulis paper memang tidak sesulit menulis di jurnal ilmiah, tetapi tidak jarang yang menemu kendala. Mengapaharus menulis paper? Supaya terbiasa dengan meneliti dan agar hasil penelitian kita diketahui orang banyak. Selain itu paper yang sudah dipublikasikan memiliki credit yang tinggi jika kita mau apply sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri. (kata mba Mia, peraih Beasiswa Unggulan STEI ITB).
Konferensi paper yang pertama saya ikuti adalah AISC Taiwan yang diselenggarakan oleh PPI Taiwan pada Maret 2012, yang kedua dan seterusnya masih dalam proses. Seperti kata pak Herman Surjono, Ph.D (Dosen Pendidikan Teknik Informatika UNY, yang kebetulan menjadi pembicara di acara yang sama dengan saya). Beliau mengungkapkan bahwa sebagi pemula tidak ada salahnya kita menulis di jurnal milik instasi lain (luar kampus kita masing-masing) dan belum terkreditasi, karena peluang diterima lebih besar.
Topik penulisan paper bisa berupa tugas akhir, tesis, riset yang dilakukan mandiri, riset hibah, mantan makalah lomba, dll. Kerangka paper secara umum sangat beraneka ragam, secara umum dibagi dua, penelitian dan non penelitian. Untuk susunan dapat dilihat diu panduan semianr masing-masing. Menulis paper dituntut cermat, setidaknya kita harus melalui proses review, editing, dan pemeriksaan format penulisan sesuai dengan template yang disediakan penyelenggara. Biasanya pihak panitia menyediakan template untuk didownload.
Jika paper diterima, biasanya ada catatan revisi oleh reviewer (anda hebat sekali seadainya tidak ada catatan reviewer). Setelah revisi dilakukan, paper final atau photo ready disubmit ke panitia dalam bentuk PDF dan DOC(X). Selanjutnya melakukan pembayaran dan konfirmasi. Kemudian saatnya membuat slide presentasi, biasanya seminggu sebelum waktu konferensi, kita mendapat jadwal presentasi.
Estimasi waktu presentasi dengan slide merupkan hal yang penting, potong hal-hal yang terlalu mendetail dan hanya gunakan poin2 penting dan umum sehingga dimengerti oleh audiens. Buat catatan kecil yang berisi guidelines, sehingga jika kita lupa saat presentasi kita bisa melihat note. Yang paling penting jangan terpaku pada slide, berdiri menghadap audiens dan tatap semua audiens sehingga kita mendapatkan feedback apakah yang kita bicarakan dimengerti atau tidak. Sekian pengalaman saya mengikuti paper internasional, semoga berguna.
Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog