Strategi Menyusun Proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)

Minggu ini saya disibukkan dengan sebuah program yang diberi nama PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). FYI PKM merupakan program dari Dirjen DIKTI yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkreasi seluas-luasnya (dapat dikatakan seluas Dosennya) baik dalam bidang keilmuannya maupun diluar bidang kelimuan yang digeluti. PKM terdiri dalam beberapa cabang, yaitu PKM-Penelitian, PKM-penerapan Teknologi, PKM- Pengabdian Masyarakat, PKM-Karsa Cipta, PKM-Teknologi, PKM-Gagasan Tertulis, dan PKM-Artikel Ilmiah, untuk panduan penyusunan dapat di download di sini (Panduan ini untuk pengiriman proposal tahun 2011, untuk 2012 belum diterbitkan, jika ingin membuat gunakan panduan tahun 2011, jika panduan sudah terbit pekerjaan anda tinggal sedikit)

Mengapa Harus Mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa? 
1. Mempromosikan diri anda sebagi ahli di bidang yang anda tentukan sendiri
2. LangkahJika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Memulai (Kembali) Skripsi

Mengatasi kegalauan dan mengumpulkan semangat untuk memulai (kembali) skripsi dengan cara menulis adalah gaya saya. Setelah menghentikan proses penulisan skripsi lebih dari satu bulan diakibatkan kegalauan yang tidak jelas. Mulai dari sekitar satu minggu persiapan mengikuti konferensi di taiwan, satu minggu mengikuti acara (plus perjalanan), satu minggu persiapan ONMIPA dan mengikuti ONMIPA (dan akhirnya gagal), ditambah dengan hilangnya softcopy skripsi yang entah kemana, dan akhirnya memeutuskan satu minggu mudik untuk menetralkan kondisi, dan akhirnya saya kembali mengerjakan MABRUR OK, dengan mulai mengumpulkan kembali bahan-bahan agar studi ini cepat selesai.
Continue reading

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Menulis Paper Internasional, Mengapa Tidak?

Menulis paper internasional memang bukan pekerjaan mudah. Selain dituntut untuk memiliki kuatiltas yang tinggi, tuntutan untuk menggunakan bahasa inggris baku-pun bukan perkara mudah (terutama untuk limited user seperti saya).  Jalankan bahasa inggris baku, bahasa indonesia baku juga sulit. Tetapi tantangan akademis saat ini menuntut kita untuk aktif menulis.

Saya berkesempatan membagi pengalaman menulis paper di event internasional (seperti yang sebelumnya saya ceritakan di sini)
pada sebuah studi ilmiah di FT UNY hari ini, 28 April 2011. Menulis paper memang tidak sesulit menulis di jurnal ilmiah, tetapi tidak jarang yang menemu kendala.  Mengapaharus  menulis paper? Supaya terbiasa dengan meneliti dan agar hasil penelitian kita diketahui orang banyak. Selain itu paper yang sudah dipublikasikan memiliki credit yang tinggi jika kita mau apply sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri. (kata mba Mia, peraih Beasiswa Unggulan STEI ITB).

Konferensi paper yang pertama saya ikuti adalah AISC Taiwan yang diselenggarakan oleh PPI Taiwan pada Maret 2012, yang kedua dan seterusnya masih dalam proses. Seperti kata pak Herman Surjono, Ph.D (Dosen Pendidikan Teknik Informatika UNY, yang kebetulan menjadi pembicara di acara yang sama dengan saya). Beliau mengungkapkan bahwa sebagi pemula tidak ada salahnya kita menulis di jurnal milik instasi lain (luar kampus kita masing-masing) dan belum terkreditasi, karena peluang diterima lebih besar.

Topik penulisan paper bisa berupa tugas akhir, tesis, riset yang dilakukan mandiri, riset hibah, mantan makalah lomba, dll. Kerangka paper secara umum sangat beraneka ragam, secara umum dibagi dua, penelitian dan non penelitian. Untuk susunan dapat dilihat diu panduan semianr masing-masing. Menulis paper dituntut cermat, setidaknya kita harus melalui proses review, editing, dan pemeriksaan format penulisan sesuai dengan template yang disediakan penyelenggara. Biasanya pihak panitia menyediakan template untuk didownload.

Jika paper diterima, biasanya ada catatan revisi oleh reviewer (anda hebat sekali seadainya tidak ada catatan reviewer). Setelah revisi dilakukan, paper final atau photo ready disubmit ke panitia dalam bentuk PDF dan DOC(X). Selanjutnya melakukan pembayaran dan konfirmasi. Kemudian saatnya membuat slide presentasi, biasanya seminggu sebelum waktu konferensi, kita mendapat jadwal presentasi.

Estimasi waktu presentasi dengan slide merupkan hal yang penting, potong hal-hal yang terlalu mendetail dan hanya gunakan poin2 penting dan umum sehingga dimengerti oleh audiens. Buat catatan kecil yang berisi guidelines, sehingga jika kita lupa saat presentasi kita bisa melihat note. Yang paling penting jangan terpaku pada slide, berdiri menghadap audiens dan tatap semua audiens sehingga kita mendapatkan feedback apakah yang kita bicarakan dimengerti atau tidak.  Sekian pengalaman saya mengikuti paper internasional, semoga berguna.

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Kuliah Kerja Nyata; Usulan Program Kerja Program Studi Matematika

Sudah bukan hal yang asing lagi ketika bahwa sistem perkuliahan di perguruan tinggi belum mampu menghindari kekakuan para lulusan dalam bergaul di masyarakat, hal ini mengakibatkan banyak perguruan tinggi yang memutuskan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan tujuan memasyarakatkan pendidikan tinggi di daerah dan meningkatkan kompetensi calon mahasiswa dalam bermasyarakat KKN hadir di tengah-tengah masyarakat. Continue reading

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog

Tahapan Mengikuti Konferensi Internasional Dengan Biaya Sponsor

Pergi ke luar negeri dengan biaya sponsor menjadi mimpi dari banyak pelajar dan mahasiswa tanah air. Sayangnya, sebagian besar event internasional tidak menyertakan sponsor di dalamnya. Salah satu jenis event internasional yang sering dijumpai adalah International Conference (Seminar Internasional), pada ajang seperti ini, kualitas keilmuan dan bargaining position kita diuji. Mengapa demikian? pada konferensi sejenis ini yang lolos bukan sembarangan. Selain itu, kualitas solusi yang kita tawarkan kepada pihak sponsor menjadi acual lain. Berbekal pengalaman mengikuti Annual Indonesian Scholars Conference in Taiwan (AISC-Taiwan) di Hsincu pada 17-19 Maret 2012. Penulis ingin berbagi trik untuk intelektual nusantara yang ingin mencoba hal serupa. Adapun serangkaian proses langkah yang dapat intelektual nusantara coba:

Continue reading

Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut anda dapat mencari di daftar isi blog